Selasa, 02 September 2014

Sejenak Menyapa Langit



Hai...langit.. Lama tak berjumpa, sehari, seminggu, sebulan, atau mungkin setahun..ah aku lupa,, maklumlah usiaq sdah senja... Tak mampu lagi mengingat deretan hari yg ku habiskan untuk berlama2 duduk disini memandangimu dari bumi...
Langit,, sepertinya banyak hal yg ingin kau ceritakan padaku,, bagaimana kabar bintang2 mu?? Masihkah mereka setia menemanimu di langit malammu?? atau mereka sdah lengah?? Seperti mereka orang2 yg ku kenal... Ah.aku rasa mereka setia padamu ..

Langit,, pernah tidak kau membuat pengagummu kecewa?? Seperti kau tak datang dgn hamparan keceriaan misalnya, saat kami para pengagummu menunggumu kehadiranmu setelah senja...

Aku pernah,, beberpa hari lalu.. Seharusnya aq menemuinya, mendengrkan ceritanya, keluh kesahnya, petualangannya... Tp tdk ku lakukan,, krn aq trlalu sibuk mungkin,, ya terlalu sibuk dgn duniaq... bahkan hanya untuk meluangkan waktu beberapa menit saja untuk mengatakan maaf, tdk ku lakukan.. Kau tahu? Sepertinya dia sangat kecewa, bukan kecewa padaku, tp pada dirinya sendiri, pada hal yg disebutnya takdir..

Langit,, kau tak tahu kan bagaimana menjadi kami para manusia... Yg selalu menganggap tugas kami rumit, hidup kami ribet, selalu ber'galau', menyalahi takdir... Selalu memainkan logika dan menentang nurani kami untuk membenarkan apa2 yg kami anggap benar...
Berbeda denganmu, kau selalu menjalankan tugas2mu dgn baik.. Tuhan pasti bangga padamu,, lain halnya dgn kami manusia.. Kami kadang melupakan Tuhan, hanya krn terlalu sibuk mengurusi dunia, terjebak dalam rutinitas harian...
ah..sepertinya kami masih harus terus belajar, belajar dari alam bagaimana mereka senantiasa tunduk pada penciptanya

Gadis kecil pengagum hujan...



Entah sejak kapan ia mulai mengagumi hujan. . .
Kekaguman akan rinai2 yg jatuh ke bumi,
membasahi dataran . . Mungkin, banyak yg menganggap hujan merupakan lambang dari kesedihan..
Namun, bagix tdk.
Ada kebahagian trsendiri saat rinai2 itu menyapax.
Krn hujan mengingatkanx tentang payung hijau itu,
payung yg pernah menyelamatkanx dari basah kuyup,
payung yg mengantarkanx ke tempat teduh,
payung yg membuatx berada ber2 dgn sang penyelamat itu,
payung yg membuat smua orang iri dgn gemercik kaki mereka yg membahana menerjang air yg tergenang,,,

Kini, hujan jarang terlihat lagi..
Ada rasa, ada rindu, yg terpendam..
Ada keinginan untuk dapat melihatx lagi,
bersama menerawang,merasakan rinai2 hujan, yg mampu membuatx tak terlihat sedih,
Krn menangis di tengah hujan tak akan terlihat oleh siapapun..
Termasuk olehmu,
yg pernah mengatakan padax "jangan menangis",Maka dy putuskan untk menangis di tengah hujan, agar tak terlihat olehmu, olehku, dan oleh mereka...

Maka hujanlah yg mengantarnya untk tetap tersenyum,
walau badai kadang menyapa. .
Namun, hujan mampu menjanjikan bahwa stelah hujan reda, akan ada pelangi yg memberi warna baru,,
dan seulas senyum pada langit biru itu. .

Senin, 14 April 2014

Proses terjadinya Aurora

Teman2 pada tahu tidak apa itu Aurora? atau mungkin ada yang penasaran bagaimana Aurora terbentuk? 
bahkan sangat mengagumkan terlukis pada langit...  

saya salah satu pengagum "Aurora" loh... ^_^
Saya sangat penasaran juga,,, yuk kita simak info berikut ini...  

AURORA merupakan pancaran cahaya pada langit daerah lintang tinggi, sebagai akibat atas pembelokan partikel angin matahari oleh magnetosfer ke arah kutub, serta adanya reaksi dengan molekul-molekul atmosfer.
 
Inti pusat Matahari memiliki suhu 14 juta kelvin dengan tekanan 100 milyar kali lipat tekanan atmosfer di bumi. Cahaya yang dipancarkan matahari berasal dari reaksi fusi termonuklir yang terjadi pada inti bintang. Secara konveksi, energi hasil reaksi fusi tersebut dialirkan ke permukaan. Dari aliran konveksi tersebut, tercipta medan magnet yang sangat kuat di permukaan matahari. Daerah-daerah medan magnet tersebut relatif gelap (lebih dingin) dari pada sekitarnya, sehingga ia dinamakan bintik matahari atau sunspot.


Menurut Pak Ma’rufin, sunspot ini dianggap sebagai bendungan pasir pada arus air yang liar, nah ketika kekuatannya sudah tak sanggup lagi menahan tekanan arus, maka ia akan ‘jebol’. ‘Jebol’nya sunspot ini akan memuntahkan kandungan energi yang disalurkan sebagai arus proton atau elektron. Energi yang dilontaran keluar matahari tersebutlah  yang disebut sebagai angin matahari. Jika dengan intensitas yang besar maka dinamakan badai matahari.
Perjalanan angin matahari menuju bumi, dapat ditempuh selama 18 jam hingga 2 hari perjalanan antariksa. Ketika melewati Merkurius dan Venus, angin matahari akan langsung begitu saja menerpa atmosfernya, sehingga planet tersebut mengalami peningkatan suhu yang luar biasa akibat dari terpaan aliran proton dan elektron yang dibawanya. Namun demikian, lain halnya ketika angin matahari itu menghantam bumi.

Bumi ini bagaikan magnet yang berukuran sangat besar, dengan kutub-kutub magnetnya hampir berdekatan dengan kutub geografis bumi. Sehingga bumi ini dilapisi oleh medan magnet (magnetosfer) yang berbentuk sebuah perisai yang mirip dengan buah apel, dimana bumi berada pada inti buahnya dan magnetosfer berada pada kulit buah apel.magnetosfer ini terdiri dari beberapa lapisan, dengan lapisan terbawahnya, sabuk radiasi van allen yang berada di sekitar ekuator (khatulistuwa). Layaknya sebuah perisai, magnetosfer dan sabuk van allen melindungi bumi dari terpaan partikel angin matahari.
Angin matahari ditunjukkan pada garis kuning sedang medan magnet bumi ditunjukkan pada garis biru.

Ketika angin matahari menerpa magnetosfer, partikel-partikel angin matahari dibelokkan dan tertarik menuju kutub medan magnet bumi. Semakin tinggi energi partikel, maka semakin dalam lapisan magnetosfer yang berhasil ditembus olehnya. Aliran partikel yang tertarik ke kutub medan magnet bumi akan bertumbukan dengan atom-atom yang ada di atmosfer. Energi yang dilepaskan akibat reaksi dari proton dan elektron yang bersinggungan dengan atom-atom di atmosfer, dapat dilihat secara visual melalui pendar cahaya yang berwarna-warni di langit, atau yang kita kenal sebagai Aurora. Di kutub utara bumi, aurora ini disebut sebagai aurora borealis, dan di kutub selatan, disebut sebagai aurora australis.
Interaksi antara angin matahari dengan medan magnet bumi. Sebagian partikel-partikel matahari tertarik menuju kutub.
Reaksi antara partikel angin matahari dengan atmosfer bumi, menghasilkan berbagai macam warna pada aurora. Perbedaan warna ini dipengaruhi oleh jenis atom yang berinteraksi dengan proton dan elektron, mengingat pada ketinggian-ketinggian tertentu, jenis atom penyusun atmosfer tidaklah sama. Pada ketinggian di atas 300 km, partikel angin matahari akan bertumbukan dengan atom-atom hidrogen sehingga terbentuk warna aurora kemerah-merahan. Semakin turun, yakni pada ketinggian 140 km, partikel angin matahari bereaksi dengan atom oksigen yang membentuk cahaya aurora berwarna biru atau ungu. Sementara itu, pada ketinggian 100 km proton dan elektron bersinggungan dengan atom oksigen dan nitrogen sehingga aurora tervisualisasikan dengan warna hijau dan merah muda.
Cahaya Aurora yang berwarna warni mengandung arti ketinggian.
Jika teman-teman berniat dan berminat untuk melihat keelokan aurora secara langsung, bisa langsung saja berkunjung ke daerah-daerah lintang tinggi, seperti Kanada, New Zeland, Antartika, dll. Ketika aktivitas matahari dalam keadaan stabil, maka frekuensi terbentuknya aurora lebih sering pada bulan-bulan ekuinoks. (ekuinoks musim semi jatuh pada tanggal 23 Maret, dan ekuinoks musim gugur adalah tanggal 21 September). Namun demikian ketika aktivitas matahari sedang meningkat, atau dengan kata lain intensitas angin matahari tinggi, maka cahaya aurora pun akan terbentuk semakin terang.

Sumber: http://kafeastronomi.com/aurora-dan-proses-terjadinya.html


Senin, 17 Desember 2012

Terbangnya Capung pun Memegang Perhitungan Aljabar

 
Hmmmm… teman-teman ternyata aplikasi mata kuliah FISMAT (Fisika Matematika) ada pada perhitungan aljabar cara terbang capung… Wawww, yuuk simak informasi berikut : ^_^

Mata kuliah berjudul Fisika Matematika, yang sebagian besar waktu belajarnya digunakan untuk menghitung persamaan-persamaan aljabar dengan segala rupa simbol-simbol, ternyata memberikan gambaran nyata tentang aplikasinya yang bisa diterapkan pada perhitungan gerak sayap capung.

Sering orang mengkiaskan dragonfly dengan pemisahan kata dragon dan fly, naga terbang. Tapi ternyata, sebutan dragonfly tidak lain adalah karena adanya komponen gaya tarik (drag) pada sayap capung ketika ia terbang. Kekhasan sayap capung inilah yang akhirnya mendorong ilmuwan untuk mengetahui lebih mendalam tentang capung.

Sama seperti orang yang berenang atau melompat, pesawat dan serangga menghasilkan daya dorong atau tolak dengan fluid pushing, mendorong aliran zat fluida, baik air maupun udara, di sekitarnya. Seorang professor dari Cornell University New York, Z. Jane Wang, menyatakan bahwa sayap serangga akan mengalami gaya angkat ke atas yang arahnya tegak lurus dengan arah kecepatan geraknya. Lift force atau gaya angkat ini juga membentuk sudut siku-siku terhadap drag force atau gaya tarik yang arahnya berlawanan dengan arah kecepatan gerak. Keberadaan gaya ke atas inilah yang akan memberikan dorongan pada capung maupun serangga lainnya ketika mengepakkan sayap di udara.

Untuk mengkondisikan agar capung berada pada hover (melayang-layang atau terbang tanpa mengepakkan sayap), sama seperti helikopter, serangga tersebut harus mendorong aliran udara ke bawah. Suatu gerak di udara yang tidak menuju bumi (bawah) tidak akan mampu menahan beban tubuh dan akan membuang energy. Rupanya capung memiliki kemampuan untuk mengatasi hal ini, meskipun dengan menggunakan empat sayap.

Capung memiliki dua pasang sayap pada bagian toraksnya, 2 buah sayap di toraks bagian depan (fore wings) dan 2 sayap lagi pada bagian belakang (hind wings). Otot-otot mengendalikan interaksi kerja antara fore wings dan hind wings ini, serta kekhasan yang dimiliki capung yang membedakannya dengan serangga lain yaitu: pengaturan fase sayap depan dan belakang selama berada dalam manuver-manuver berbeda.
Posisi sayap depan dan belakang yang terletak cukup dekat, memungkinkan interaksi hidrodinamis yang baik. Sains telah berhasil menganalisis interaksi sayap capung ini melalui pendekatan aljabar dengan menggunakan persamaan Navier- Stokes yang melewati tahap pengintegralan yang kompleks dengan bergantung pada konstanta Reynold, ukuran sayap, gerak sayap dan perbedaan fase yang terjadi. Wow!

Terlepas dari perhitungan matematika yang rumit, daya yang diperlukan pada saat sayap bergerak dengan beda fase tertentu ternyata menjadi lebih kecil. Ini berarti energi yang diperlukan untuk melakukan manuver tidak terlampau besar. Energi akan kembali meningkat ketika sayap capung berada dalam kondisi sefase. Pada saat sayap depan dan belakang bergerak dengan beda fase, getaran kedua sayap bergerak saling mendekati dari sisi yang berseberangan dan bertemu pada pertengahan titik (midstroke). Sayap bagian depan akan terkena induksi gerak yang disebabkan oleh sayap bagian belakang, begitu pula sebaiknya. Akibatnya, gaya tarik pada sayap akan berkurang seiring dengan daya yang dihasilkan. Drag force sayap depan dan belakang memiliki arah yang berlawanan sehingga besarnya total gaya tidak mempengaruhi pergerakan. Hal sebaliknya akan terjadi jika sayap depan dan belakang bergerak sefase. Keduanya akan mengalami drag force yang lebih besar disebabkan oleh gabungan getaran sayap depan dan belakang yang memiliki arah yang sama (mirip dengan prinsip Superposisi). Oleh karenanya, interaksi hidrodinamis menghasilkan gaya yang besar dan berfungsi untuk mempercepat gerakan saat take off (Wang, Z.J, 2008).

Dibalik kesan kehidupan capung yang langka, ternyata tersimpan pengetahuan yang cukup spektakuler yang masih menjadi bahan penelitian para ilmuwan sampai detik ini. Penemuan-penemuan ilmiah semakin berkembang karena keberadaan insekta yang mampu bergerak dengan kecepatan 30-60 kilometer per jam ini. Ilmuwan di Royal Veterinary College dan University of Ulm, rela mencipatakan Robot Capung untuk menguji efek aerodinamis serangga yang bersayap empat.. Termasuk pendekatan aljabar tentang interaksi sayap capung dengan menggunakan persamaan Navier-Stokes. Ada yang ingin menghitung??!


Selasa, 20 November 2012

Tanya Langit


“Tanya Langit”

Masikah hujan menungguku ?
Kala rinainya tak lagi membasahi bumi
Masikah pelangi kan menyambutku ?
Kala lengkungnya tak lagi tertuju pada bumi

Merona pada gemuruh langit
Ketika sayap kupu-kupu tak menghiasi langit
Dikala langit mulai menyambut warna
Hingga cinta hadir mengawali lembaran cakra

Inginku …
Langit mampu menjawab semua tanyaku
Tentang peristiwa pelangi setelah hujan
Inginku…
Kau pun mampu menciptakan jawaban
Tentang senyuman itu setelah tangisan ini